Langsung ke konten utama

Pundak

 



15 menit sudah leherku tegang menahan beban 13 kilogram lebih 12 ons yang bergelayutan manja dipundakku. Suara cekikikan tawa ria lebih besar dari toa masjid menjamu telingaku yang kepanasan. Seperti panasnya omongan betina yang selalu bilang: 'kamu terlalu baik buat aku.' 


Begitu pun remasan jemari kecilnya menjambak kuat rambut yang mulai awut awutan seperti rumput ilalang tumbuh subur. 


Sesosok anomali kecil yang mengisi keseharianku dengan riang tawanya dileherku. Intan. Adik kecilku yang berumur 3 tahun. 


'ayo jalan, ayo jalan, ayooo kaakk' ucapnya dari atas otot pundakku yang keram. Aku rasa seperti odong odong model keluaran terbaru. Versi kaki dua. 


'aduuh dik, sudahlah, kakak capek inih, ngantuuk' kataku memelas. 


Gini amat punya anak kecil. Gumamku. Tiba-tiba aku jadi teringat masa pas waktu aku kecil dulu, di mana aku pernah kundang di punggung ibu pas lagi salat, pakai make up nya sampai belepotan kayak badut sirkus, sampai bikin basah satu rumah karena mainin air. 


Dan masih banyak lagi kekacauan yang aku buat di masa kecil. Nyusahin ibu dan bapak. Tapi aku tahu, senakal nakalnya aku, mereka tetap sayang. 


Mataku rasa tak sanggup lagi menahan kantungnya yang ingin segera berganti ke channel mimpi. Setiap menit mulut menganga mengeluarkan bunyi khas orang dilanda kantuk. Menguap. 


Kulirik jam di sudut tembok rumah. Dan ternyata menunjukkan pukul 21.48 malam.


Ada yang mengatakan jika seseorang melakukan sesuatu aktivitas tertentu dan itu memberikan kepuasan dan kesenangan, maka besar kemungkinan orang akan mengulanginya kembali di lain kesempatan.

 

Mungkin itulah yang terjadi pada adikku, Intan. Ini bermula di sebulan yang lalu. Ketika di satu hari di malam sabtu yang tenang. Intan untuk pertama kalinya tak mau tidur di jam biasanya, di jam 8 malam. 


Barangkali hari itu sebab dia tidur siang dan bangun kesorean akibat kecapean setelah dibawa jalan jalan orang tuaku keliling mall. 

Aku yang saat itu sedang asik menulis di kamar jadi kesal sendiri mendengar ibu ngomel ngomel dari arah ruang tamu. Sebab sudah pukul 23.22 adik kecilku belum juga tertidur. Bahkan masih  energik sama seperti baru bangun pagi. 


Aku yang kasian pada ibu pun mendatangi ruang tamu.

'Bu, dede belum tidur ya?' tanyaku sambil mengucek mata. 


'iya, dari tadi ribut terus, mana sudah mau tengah malam,' ketus ibu kesal. 


Aku yang juga rasa kantuk mulai menyerangku merasa tak tega melihat ibu yang tampak letih dan lesu. 

Ku hela napas dalam, menuju Intan yang tengah sibuk membangun rumah dari tumpukan bantal dan sarung. 


'Intan. Intan belum ngantuk ya? Kita main sama-sama ya rumah-rumahnya ' sapaku pelan. 

'Iya, kakak ambilkan itu ya,' pintanya untuk ku ambilkan bantal dari atas sofa. 

'Ibu tidur aja yaa, biar kakak yang jagain Intan.' senyumku pada ibu.

 

Beliau membalasnya hangat, lalu tanpa berkata lagi berjalan ke arah belakang untuk tidur. Tinggalkan aku dan Intan. 


Kami pun bermain rumah rumahan yang bagai istana oleh Intan. Aku turut larut dalam permainan itu, rasanya seperti mengulang masa lalu yang penuh kesenangan. Engga kayak sekarang, bukannya malah tambah senang, yang ada stress nempel terus macam ditempelin lem korea. 


Semua itu sebab tanggung jawab yang makin besar dan rutinitas yang semakin banyak.


Tengah malam telah datang, namun tetap saja, nih anak satu tak goyah. Full power. Belum ada tanda tanda mau tekor. Gawat. 

Apakah aku bakal K.O duluan? Tentu saja, tidak. Aku masih menyimpan kartu AS. Skill begadang. Skill yang sudah terlatih sejak dinasti Per SMP-an. 


'Gimana caranya biar dia bisa kehabisan tenaga ya?' kerasku berpikir. Sampailah tiba- tiba saja Intan memanjat badanku lalu mendakinya seperti seorang atlit panjat tebing.

 

'Ayo kak, jalaan' ucapnya senang. Entah darimana muncul ide briliannya ini, namun pada akhirnya aku nurut dan melakukan itu sekitar 30 menitan. 

Pegal. Lelah. Sudah pasti. Aku seperti kuda yang kerja Rodi.


Riuh tawa kecil adikku menyibak sunyi. 

Mudah mudahan saja tidak ada yang terganggu dengan pacuan Rodeo ala Kampung ini.  


Aku hampir tepar, bintang bintang mengitari kepala seperti komedi putar. 

 

'Tidak, aku butuh medkit' 

'Tolong aku' seruku dalam dada. 


Pada detik menegangkan, win strike berpihak kembali padaku, sedikit lagi Booyah. 


'Kakak.. Intan capek, hoaaaam' katanya. Matanya mulai kedip kedip memejam. 


'Ya sudah, kita bobo dirumah rumahan Intan saja yaa, ayo turun' jawabku penuh kelegaan. Aku juga sudah sangat mengantuk saat itu. 

Intan pun turun dari pundakku yang pegal seolah kena salah urat. 


Intan berbaring dibantal bergambar Ultraman. Aku yang pilihkan itu untuknya. Selang beberapa milidetik, aku ikut menyusul baring disebelahnya. Di dalam rumah rumahan yang kami buat. 

Di tengah malam yang hanya terdengar suara keheningan. Dengan sorot lampu senter kecil. 


Aku menatap adikku yang sudah terlelap lepas. Nyenyak. Poninya yang panjang menjuntai di wajahnya yang bulat seperti rembulan. Lucu. 

Bibirku senyum tipis. 

Perlahan lahan mataku mengatup oleh kantungnya. Menguap. 


'selamat tidur adik manis,'

'selamat malam. Intan.' 

'Dan selamat tinggal pundak kakakmu, yang esok pagi pasti minta minyak urut cap badak' 

Slogan: Pilih yang ada badaknya. 

Hinggalah sampai sekarang. 


Bersambung. 

Komentar

CeritaKu

Mari mengenal Prokrastinasi, dampaknya dalam kehidupan dan tips efektif mengatasinya

  Apa itu prokrastinasi? Apa dampaknya dalam kehidupan kita?   Kenali prokrastinasi dan tips mengatasinya!    "Nanti deh aku kerjain tugas fisika". Lanjut scroll sosmed sampai ketiduran. "Gue pengen mencatat bahasa indonesia, tapi catatannya ngga terlalu banyak, nanti besok aja lah aku mencatat". catatannya pun terabaikan.  Itulah kata-kata yang sering kita ucapkan ketika hendak menunda suatu pekerjaan atau tugas, kata-kata yang biasa namun punya pengaruh yang besar terhadap produktivitas dan kesuksesan kita terutama bagi kaum muda.  Mengapa demikian? Sebab keseringan menunda nunda pekerjaan  membuat pekerjaan yang tadinya bisa diselesaiin dalam waktu 2 menit atau 20 menit saja jadi ketunda sampai berjam jam bahkan berhari hari.  Sehingga, tugas kita dari  yang tadinya sedikit jadi makin menumpuk dan akhirnya bisa bikin kita stress dan stress ini akan berdampak buruk pada fisik dan mentalitas kita yang merujuk pada menurunnya produktivitas ki...

Tas

Entah sudah berapa lama dia di sana, duduk di depan teras rumah. Duduk bersama sunyi dan suara jangkrik. Tanpa baju melekat di badannya, seolah dingin adalah baju untuknya. Tatapannya datar ke arah gelapnya malam berbaur kilau lampu kota yang ramai.  Adalah bapak. Sarung cap gajah duduk kotak kotak hitam dipakainya. Di temani secangkir kopi di atas meja disampingnya. 'sruuuupp, aaah' Kopi hitam itu  diseruputnya nikmat.   Aku sedari tadi memerhatikannya dari muka pintu. Waktu sudah hampir tengah malam, namun bapak masih betah duduk di kursi dari jaman kerajaan Majapahit itu.  Kakiku kesemutan berdiri dari tadi cuma untuk menunggunya masuk rumah.  Aku ngga berani temui dia langsung di momen tenangnya itu.  Tak tahu kenapa, biasanya aku biasa saja, berani berani saja temui bapak pas lagi duduk di teras.  Tetapi di malam itu suasananya berbeda. Ada yang janggal. Padahal aku berniat ingin minta duit buat beli tas baru sejak lama. Sudah kuminta di Ibu,...

Lakukan Rutinitas ini dalam Seminggu, dijamin Tidak Akan Ada yang Mengenalimu!

  Lakukan Rutinitas ini dalam Seminggu, dijamin Tidak Akan Ada yang Mengenalimu!  Judul di atas mungkin terdengar kurang masuk akal, memangnya ada ya..? rutinitas yang membuat glow up sampai tidak bisa dikenali? Ditambah hanya dalam waktu seminggu?!  Jika saat ini kamu adalah seseorang yang merasa insecure dengan diri sendiri, takut di judge karena penampilan, dan merasa khawatir tidak menarik di mata orang lain, mungkin ini waktunya kamu upgrade diri kamu secara menyeluruh dari luar maupun dari dalam.  Berikut adalah rutinitas yang sebaiknya kamu lakukan minimal seminggu agar glow up bahkan sampai tidak mengenali dirimu. Rutinitas yang membuatmu glow up menyeluruh hanya dalam waktu seminggu 1. Mandi di waktu subuh Menurut penelitian yang telah dilakukan para ilmuwan Barat, mandi di waktu sebelum subuh memiliki banyak manfaat yang sangat baik bagi kesehatan tubuh secara menyeluruh. Beberapa manfaat mandi sebelum subuh di antaranya: a. Menjaga kesehatan jantung da...

Kenali 10 metode belajar berikut agar belajarmu berkualitas dan efektif

  Ini dia 10 metode belajar yang sering dipakai orang-orang hebat! Apakah kamu salah satunya?   Belajar merupakan suatu hal yang bermanfaat dan bahkan seumur hidup kita wajib dituntut untuk tetap belajar.  Sebab, dengan belajar banyak hal kita akan memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas. Dan pengetahuan itulah yang akan membawa berkembangan dan kemajuan umat manusia hingga detik ini.  Coba bayangkan saja jika semua umat manusia didunia ini tidak ada yang mau belajar, tentu tidak akan ada kemajuan dan tidak akan mungkin tercipta handphone yang kita pegang dan gunakan sekarang ini!. Namun,  sering kali problem kita dalam belajar adalah bagaimana cara belajar yang efektif dan efisien agar kualitas belajar kita meningkat dan tentunya ilmu yang kita peroleh juga tetap tersimpan dalam jangka panjang. Dan berikut riz_educations and development bakal share metode belajar yang sering dipakai sama orang-orang hebat. Apa aja!?  Mari kita bahas...👇 1. Pembelajara...

Kenali dan Cara mengembangkan 9 kecerdasan pada anak oleh Howard Gardner

 Mari kenali 9 jenis kecerdasan pada anak dan cara mengembangkannya Siapa orang yang tidak mengenal tokoh ilmuwan mendunia seperti ALBERT ENSTEIN? NIKOLA TESLA atau Pak B.J HABIBIE? Mereka adalah beberapa tokoh dan ilmuwan genius yang ada diseluruh penjuru dunia. Tentunya sebagian besar orang ingin mempunyai tingkat IQ atau kecerdasan di atas rata-rata manusia biasa seperti para tokoh ilmuwan diatas. Ada banyak orang beranggapan bahwa menjadi genius itu merupakan mukjizat dari Tuhan, dan kita tidak akan mampu memperolehnya. Memang anggapan tersebut tidaklah salah, namun perlu sedikit dibenahi bahwa Tuhan telah menciptakan alat berpikir yang luar biasa yang kita sebut sebagai otak.  Dan dari otak tersebut Tuhan telah memberikan dan menanamkan berbagai bentuk kecerdasan yang ada dalam diri setiap individu manusia diseluruh dunia ini.  Berarti setiap orang bisa genius dong? Tentu saja! Sebab Albert Enstein sendiri pernah berkata bahwa:  "  setiap anak adalah jenius...