Langsung ke konten utama

Postingan

Tas

Entah sudah berapa lama dia di sana, duduk di depan teras rumah. Duduk bersama sunyi dan suara jangkrik. Tanpa baju melekat di badannya, seolah dingin adalah baju untuknya. Tatapannya datar ke arah gelapnya malam berbaur kilau lampu kota yang ramai.  Adalah bapak. Sarung cap gajah duduk kotak kotak hitam dipakainya. Di temani secangkir kopi di atas meja disampingnya. 'sruuuupp, aaah' Kopi hitam itu  diseruputnya nikmat.   Aku sedari tadi memerhatikannya dari muka pintu. Waktu sudah hampir tengah malam, namun bapak masih betah duduk di kursi dari jaman kerajaan Majapahit itu.  Kakiku kesemutan berdiri dari tadi cuma untuk menunggunya masuk rumah.  Aku ngga berani temui dia langsung di momen tenangnya itu.  Tak tahu kenapa, biasanya aku biasa saja, berani berani saja temui bapak pas lagi duduk di teras.  Tetapi di malam itu suasananya berbeda. Ada yang janggal. Padahal aku berniat ingin minta duit buat beli tas baru sejak lama. Sudah kuminta di Ibu,...
Postingan terbaru

Notif

Sudah sedari tadi lelaki itu mengecek hp nya seperti ada sesuatu yang tak bisa dia lewatkan. Sepersekian detik Eza nonaktifkan data, matikan hp, lalu nyalakan lagi, cek kembali. Seterusnya berulang kali.  Dia mengecek sekali lagi, namun yang dinantinya masih tak kunjung muncul dari papan notifikasi atas. Ia mengacak acak rambutnya yang ngga kena air selama tiga hari tiga malam.  'Hmm, dari semalam belum dibalas juga pesanku' ucapnya dalam posisi ritual panggilan alam. Berak.  Eza baru saja berkenalan dengan seorang cewek di aplikasi Whatsapp yang secara tidak sengaja. Namanya, Hijrah. Cewek yang baru saja naik Madrasah Aliyah. Umurnya sekitar 16 tahun, hanya selisih 2 tahun dengan Eza.  Kisah perkenalan mereka dimulai saat Eza  hendak mengirim CV  nya untuk melamar sebagai PJ event sebagai kerjaan sampingan. Yang ternyata nomor yang dichatnya adalah nomor Hijrah, sebagai KPJ nya.  'Permisi,selamat pagi dan bla bla... dst' ketik Eza di balon teks untuk ...

Pundak

  15 menit sudah leherku tegang menahan beban 13 kilogram lebih 12 ons yang bergelayutan manja dipundakku. Suara cekikikan tawa ria lebih besar dari toa masjid menjamu telingaku yang kepanasan. Seperti panasnya omongan betina yang selalu bilang: 'kamu terlalu baik buat aku.'  Begitu pun remasan jemari kecilnya menjambak kuat rambut yang mulai awut awutan seperti rumput ilalang tumbuh subur.  Sesosok anomali kecil yang mengisi keseharianku dengan riang tawanya dileherku. Intan. Adik kecilku yang berumur 3 tahun.  'ayo jalan, ayo jalan, ayooo kaakk' ucapnya dari atas otot pundakku yang keram. Aku rasa seperti odong odong model keluaran terbaru. Versi kaki dua.  'aduuh dik, sudahlah, kakak capek inih, ngantuuk' kataku memelas.  Gini amat punya anak kecil. Gumamku. Tiba-tiba aku jadi teringat masa pas waktu aku kecil dulu, di mana aku pernah kundang di punggung ibu pas lagi salat, pakai make up nya sampai belepotan kayak badut sirkus, sampai bikin basah satu ru...

Minggu

Sudah sepagi ini tapi aku masih saja tak bisa tidur. Ini hari minggu. Hari yang identik dengan liburan dan me time. Tapi bagiku, minggu ini adalah yang terburuk. Mungkin.  Aku seperti panda yang kerja kantoran.   Apakah po "the knight dragon" telah pensiun dari dunia perfilman? Bisa jadi,  Tapi tentu saja ini berbeda.  Jika panda itu identik dengan gemoy dan pendek,  maka aku adalah panda versi 'tunggu kiris' plus punya akal sehat.   Sedari tadi mataku sibuk menatap layar monitor yang telah menyala lebih dari seperempat malam.  Karena kalau sepertiga malam itu adalah waktuku untuk mendoakanmu.  Jemari keringku tak mau ketinggalan ikut menggeser geser mouse di atas meja. : 'ikuti aku'  'Aku butuh senjata'  'Triple kill'  'Heizz' Suara dan bunyian itu menggema di penjuru kamar, menemaniku selepas subuh tadi.  Aku sebenarnya tak ada rencana untuk melakukan ini. Awalnya kucoba untuk tidur. Namun entah mengapa, semalaman aku cu...

Jingga

:Mohon maaf ya kak, kayaknya engga dulu deh." "Nanti aku pertimbangin lagi ya kak, terima kasih." "aku engga ada uang kak" "Ini bukan penipuan kan?"  Semua balasan yang ku dapat hari ini ketika mencari peserta satu per satu di tiap grup yang tersedia. Namun akhirnya jawaban penolakan selalu mendarat di balon teks, sekali lagi, lagi dan lagi.  Rasanya seperti mendapati karakter Alucardku di kill berkali kali' enemy has been slain'. Sudah 15 orang yang kutawari banner event hari itu.  Dan yap, belum ada satu pun yang berhasil ku closing sebagai peserta.  Pikirku akan mudah saja mengajak orang ikut event lomba. Apalagi untuk lomba yang sekiranya siapapun bisa: bercerita lewat puisi dan cerpen. Namun realitanya, menjadi seorang PJ Event adalah tantangan baru yang kudapati sejauh pengalamanku hidup.   Sore menjelang malam itu ku duduk santai di tepian teras sembari menikmati cenderamata terindah dari langit sore: senja. Senja yang mengingatkanku pa...

Damai

                   Awalnya aku pikir damai itu hanya ada untuk sebuah suasana. Tapi ternyata, dugaanku salah. Damai itu justru menjelma seorang manusia.  —— Pagi itu aku sedang duduk sambil makan segunung nasi dan seuprit telor yang dibelah 5 kali.  Hp kutaruh disamping kiri agak jauh sambil kubiarkan datanya aktif. Lagi asiknya mulut mengunyah seperti sapi memamah rumput liar, bunyi notif mengejutkanku.  Suara notif 'Aiya ya anjelina makan tai' membuatku hampir ngakak saat itu. Siapa yang menggantinya ya? Perasaan aku pakai notif 'Tob tobi tob' deh. Ah, pasti adek lagi ini. Dugaku dalam gumam saat itu.  Segera ku tengok pesan apa yang menanti di panel layar hp kentangku. Geraham berhenti kunyah, mata fokus memindai isi chat whatsapp dari nomor yang tak kukenali.  "Profilnya jungkook. Ngga heran ketemu ginian," gumamku lagi. Hanya ada info '~damai' di bawah profilnya. Isi chatnya menawariku masuk sebagai freelanc...

Glow Up Dalam 7 Hari: Rutinitas Simpel Untuk Tampil Lebih Percaya Diri

Glow Up Dalam 7 Hari: Rutinitas Simpel Untuk Tampil Lebih Percaya Diri Pernah merasa kurang percaya diri dengan penampilanmu? Tenang, kamu tidak sendirian. Tapi kabar baiknya: kamu bisa tampil lebih segar, sehat, dan mempesona hanya dalam waktu 7 hari, asal tahu caranya. Berikut rutinitas luar dan dalam yang bisa kamu terapkan agar tampil glow up dari kepala sampai hati. 1. Konsumsi Makanan Sehat yang Mendukung Kulit dan Energi Perawatan dari dalam adalah kunci utama. Mulailah dengan: 1.Sayur dan buah yang kaya serat → seperti bayam, brokoli, alpukat, dan pepaya. Serat bantu pencernaan lancar dan kulit jadi lebih cerah alami. 2. Sumber protein sehat → seperti dada ayam, telur rebus, dan seafood. Kandungan omega-3 dalam ikan juga bantu menjaga kelembapan kulit. 3. Real food → Hindari makanan olahan berlebihan. Semakin dekat ke bentuk aslinya, semakin baik untuk tubuhmu. Tahukah kamu? Asupan cukup kolagen dan vitamin E terbukti mendukung elastisitas kulit dan mempercepat regenerasi sel (...