Langsung ke konten utama

Tas

Entah sudah berapa lama dia di sana, duduk di depan teras rumah. Duduk bersama sunyi dan suara jangkrik. Tanpa baju melekat di badannya, seolah dingin adalah baju untuknya. Tatapannya datar ke arah gelapnya malam berbaur kilau lampu kota yang ramai. 


Adalah bapak. Sarung cap gajah duduk kotak kotak hitam dipakainya. Di temani secangkir kopi di atas meja disampingnya.


'sruuuupp, aaah' Kopi hitam itu  diseruputnya nikmat.  


Aku sedari tadi memerhatikannya dari muka pintu. Waktu sudah hampir tengah malam, namun bapak masih betah duduk di kursi dari jaman kerajaan Majapahit itu. 


Kakiku kesemutan berdiri dari tadi cuma untuk menunggunya masuk rumah. 

Aku ngga berani temui dia langsung di momen tenangnya itu. 

Tak tahu kenapa, biasanya aku biasa saja, berani berani saja temui bapak pas lagi duduk di teras. 


Tetapi di malam itu suasananya berbeda. Ada yang janggal. Padahal aku berniat ingin minta duit buat beli tas baru sejak lama. Sudah kuminta di Ibu, tapi beliau justru menyuruhku minta ke bapak. Bapak, dan bapak lagi. 


Namun, pada akhirnya aku kalah dengan lelah, dengan malam yang merayuku untuk segera tidur. Aku pun pergi dari sana, masuk menuju kamarku. 

Tinggalkan bapak sendirian, di teras.


**


'Adam... Bangun, kamu semalaman tidur di ruang tamu,' ucap Ibu yang bangunkanku dari lelapnya mimpi. 

Padahal tadi aku lagi mimpi jadi ultraman yang selamatin bumi dari monster MagaOrochi. 


'ibu? Lah, aku kok tidur di sini?' tanyaku sedikit terkejut. 

'Ibu nanya, kamu malah nanya balik, hmm' ujar ibu geleng kepala. 


Aku pun tak tau kenapa sampai tidur di ruang tamu. Padahal aku ingat persis semalam kakiku melangkah ke kamar, lalu berbaring di kasur hello kitty warna pink. 


*itu kasur kakak perempuanku, kasurku di ganti karena basah saat adik kecilku ngompol. 


'Yuk siap siap ke sekolah, nanti kamu telat,' ajak ibu lirih. Aku pun bergegas beranjak menuju kamar mandi, lalu bersiap ke sekolah. Meski pun masih bingung dengan apa yang terjadi semalam. Sungguh aneh, pikirku. 


'Buu, Adam pamit ke sekolah ya, assalamualaikum' ujarku seraya ciumi tangan ibu.


Celanaku dipakai naik setinggi dada. 

Wajahku dibalur penuh bedak seperti tuyul. Rambutku di sisir ala anak jamet. 

Jadinya tuyul jamet. Seperti inilah style emak emak +62 ketika mendandani anaknya ke sekolah. Harus rapi dan profesional. 


Aku pergi ke sekolah, menenteng tas gambar shaun the sheepku. Sudah compang camping rupanya, namun masih saja kupakai. Menunggu bapak membelikannya. Karena itulah janjinya. Janji yang masih ditinggalkannya  di bekas jahitan tas, yang telah dipakai selama 3 generasi. 


**


Matahari telah menjauhi 175 derajat dari ufuk Timur. Cakrawala tampak menjingga, suasana hangat namun teduh di mata. 

Aku dan teman-teman baru saja selesai mandi sungai, kami semua basah kuyup  satu badan. 


Tak terkecuali Alo, kepalanya kering. Ya, sebab dia botak. Bootak. 

Riang tawa dan obrolan kami mengisi senja. Gerombolan kami seperti askar kurcaci di jalanan hutan yang mulai redup hijaunya. 


Kami semua gembira, tapi tak lama lagi kegembiraan itu kan sirna saat tiba di rumah. Benar, sapu sakti dan jurus omelan ras terkuat di muka bumi  menunggu di depan pintu. Siapa lagi kalau bukan, ibu. 


'Weeii, aku pulang dulu ya! Besok main lagi!' 

'Iyaa! Aku juga'

'Aku juga pamit pulang rumah! 

Sahut sahutan kami sambil melambai lambai. Kami bertujuh berpisah di perempatan jalan persis di tengah tengah kampung. 


Masing masing dari kami pulang menuju rumah. 


'Ibu ngga ada di depan pintu. Yes, amaan' gumamku kecil seraya memerhatikan dari jauh. 

Derap kakiku pelan memasuki rumah, seperti maling. Tetapi kenapa rumah sesepi ini? 'Mana ibu? Kakak? dan adik?'

Firasatku. Kaki ku berjinjit mendekati kamar mandi, menyisakan basah di sepanjang rumah. 


Saat hendak membuka pintu kamar mandi ternyata...

'Baguuuss!! Habis mandi sungai lagi?!' geram ibu dengan sudip ditepuk tepuk ke telapak tangannya. Rupanya strategi baru.  Yaitu membiarkan target merasa tidak di awasi lalu menyergap di posisi yang tak terduga oleh pelaku. Sangat jitu. 

Mungkin julukan itu memang layak untuknya.


: 'Alamaak, mampus sudah' gumamku sebelum di hajar habis habisan sama ibu. 

Di sore jelang malam. 


**


sorot lampu neon menerangi persekitaran rumah yang gelap gulita. Malam ini ku kembali berdiri di muka pintu, mengintip Bapak dari celah yang bisa muat 1 orang.


Model bapak tak beda jauh dengan yang kemarin, bedanya hanya terletak pada badannya. Malam ini dia memakai baju putih bersih. 


Jemariku genggam erat tas di kedua tanganku. Aku harus bicara dengan bapak. Menagih janjinya membelikanku tas baru. Yang telah lama di ucapnya sebelum ia merantau ke luar daerah. 

Kakiku gemetar sedikit, ku tarik napas dalam. 


Ku panggil bapak pelan: 'pak?' 

Kaki menapak tanpa suara, melangkah pelan menuju bapak sama sekali tak menoleh padaku. 


Berhenti, aku berhenti tepat di sampingnya. Sekali lagi menarik napas, lalu berkata: 'Pak, bapak janji kan mau beli kan Adam tas baru? Tapi sampai hari ini tas Adam belum diganti.' curhatku. 


'Nak, maafkan, bapak ya, bapak belum bisa tepati janji bapak' jawab bapak tanpa menoleh seinci pun padaku. 



'pak! Bapaak! Bapak! Bapak!' 


'Adaaam, nak! Sadar nak! Astagfirullah!' 


'Bapak!' aku tersentak kuat. Bangun. Napasku berat, bulir bulir keringat sebesar biji jagung mengucur deras dari kening sampai pipi. 

Aku baru saja bermimpi? 


'Nak, kamu mimpiin bapak?' ucap ibu menenangkanku. Di usapnya punggungku lembut. 

'Iya bu, bapak tiba tiba menghilang' kataku tak percaya.  


'Nak, maafkan bapakmu ya, dia tak sempat tepati janjinya pada kamu' ujar ibu  mendekapku kuat, sekali lagi mengelus panggungku lemah lembut. 


Lalu, derai air mata jatuh basahi pipinya, dia menangis. Tersedu sedu. Sesak, merobek sunyi malam. 


Hanya diam, hanya ketidaktahuan. 

Cukup air mata, mimpi, 

Dan—

Hening. 


Komentar

CeritaKu

Mari mengenal Prokrastinasi, dampaknya dalam kehidupan dan tips efektif mengatasinya

  Apa itu prokrastinasi? Apa dampaknya dalam kehidupan kita?   Kenali prokrastinasi dan tips mengatasinya!    "Nanti deh aku kerjain tugas fisika". Lanjut scroll sosmed sampai ketiduran. "Gue pengen mencatat bahasa indonesia, tapi catatannya ngga terlalu banyak, nanti besok aja lah aku mencatat". catatannya pun terabaikan.  Itulah kata-kata yang sering kita ucapkan ketika hendak menunda suatu pekerjaan atau tugas, kata-kata yang biasa namun punya pengaruh yang besar terhadap produktivitas dan kesuksesan kita terutama bagi kaum muda.  Mengapa demikian? Sebab keseringan menunda nunda pekerjaan  membuat pekerjaan yang tadinya bisa diselesaiin dalam waktu 2 menit atau 20 menit saja jadi ketunda sampai berjam jam bahkan berhari hari.  Sehingga, tugas kita dari  yang tadinya sedikit jadi makin menumpuk dan akhirnya bisa bikin kita stress dan stress ini akan berdampak buruk pada fisik dan mentalitas kita yang merujuk pada menurunnya produktivitas ki...

Lakukan Rutinitas ini dalam Seminggu, dijamin Tidak Akan Ada yang Mengenalimu!

  Lakukan Rutinitas ini dalam Seminggu, dijamin Tidak Akan Ada yang Mengenalimu!  Judul di atas mungkin terdengar kurang masuk akal, memangnya ada ya..? rutinitas yang membuat glow up sampai tidak bisa dikenali? Ditambah hanya dalam waktu seminggu?!  Jika saat ini kamu adalah seseorang yang merasa insecure dengan diri sendiri, takut di judge karena penampilan, dan merasa khawatir tidak menarik di mata orang lain, mungkin ini waktunya kamu upgrade diri kamu secara menyeluruh dari luar maupun dari dalam.  Berikut adalah rutinitas yang sebaiknya kamu lakukan minimal seminggu agar glow up bahkan sampai tidak mengenali dirimu. Rutinitas yang membuatmu glow up menyeluruh hanya dalam waktu seminggu 1. Mandi di waktu subuh Menurut penelitian yang telah dilakukan para ilmuwan Barat, mandi di waktu sebelum subuh memiliki banyak manfaat yang sangat baik bagi kesehatan tubuh secara menyeluruh. Beberapa manfaat mandi sebelum subuh di antaranya: a. Menjaga kesehatan jantung da...

Kenali 10 metode belajar berikut agar belajarmu berkualitas dan efektif

  Ini dia 10 metode belajar yang sering dipakai orang-orang hebat! Apakah kamu salah satunya?   Belajar merupakan suatu hal yang bermanfaat dan bahkan seumur hidup kita wajib dituntut untuk tetap belajar.  Sebab, dengan belajar banyak hal kita akan memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas. Dan pengetahuan itulah yang akan membawa berkembangan dan kemajuan umat manusia hingga detik ini.  Coba bayangkan saja jika semua umat manusia didunia ini tidak ada yang mau belajar, tentu tidak akan ada kemajuan dan tidak akan mungkin tercipta handphone yang kita pegang dan gunakan sekarang ini!. Namun,  sering kali problem kita dalam belajar adalah bagaimana cara belajar yang efektif dan efisien agar kualitas belajar kita meningkat dan tentunya ilmu yang kita peroleh juga tetap tersimpan dalam jangka panjang. Dan berikut riz_educations and development bakal share metode belajar yang sering dipakai sama orang-orang hebat. Apa aja!?  Mari kita bahas...👇 1. Pembelajara...

Kenali dan Cara mengembangkan 9 kecerdasan pada anak oleh Howard Gardner

 Mari kenali 9 jenis kecerdasan pada anak dan cara mengembangkannya Siapa orang yang tidak mengenal tokoh ilmuwan mendunia seperti ALBERT ENSTEIN? NIKOLA TESLA atau Pak B.J HABIBIE? Mereka adalah beberapa tokoh dan ilmuwan genius yang ada diseluruh penjuru dunia. Tentunya sebagian besar orang ingin mempunyai tingkat IQ atau kecerdasan di atas rata-rata manusia biasa seperti para tokoh ilmuwan diatas. Ada banyak orang beranggapan bahwa menjadi genius itu merupakan mukjizat dari Tuhan, dan kita tidak akan mampu memperolehnya. Memang anggapan tersebut tidaklah salah, namun perlu sedikit dibenahi bahwa Tuhan telah menciptakan alat berpikir yang luar biasa yang kita sebut sebagai otak.  Dan dari otak tersebut Tuhan telah memberikan dan menanamkan berbagai bentuk kecerdasan yang ada dalam diri setiap individu manusia diseluruh dunia ini.  Berarti setiap orang bisa genius dong? Tentu saja! Sebab Albert Enstein sendiri pernah berkata bahwa:  "  setiap anak adalah jenius...